Simak Penjelasan Hukum Mewarnai Rambut Dalam Islam

Simak Penjelasan Hukum Mewarnai Rambut Dalam Islam

Di era modern ini, mewarnai rambut merupakan hal yang sudah biasa dan lumrah untuk di kalangan masyarakat. Namun banyak dari mereka yang belum jelas bagi sebagian muslim mengenai hukum tersebut. Mewarnai rambut bukan hanya dilakukan untuk menutup uban tapi juga penampilan. Hal ini terjadi untuk mengatasi masalah uban yang  muncul dan bisa mengganggu penampilan. Berikut penjelasan hukum mewarnai rambut dalam islam.

Penjelasan Hukum Mewarnai Rambut Dalam Islam

Hadits Nabi Muhammad yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berikut ini :

إِنَّ الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى لَا يَصْبُغُونَ فَخَالِفُوهُمْ

“Sesungguhnya orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak menyemir uban mereka, maka selisilah mereka.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Dari kutipan hadits di atas bisa disimpulkan dengan jelas bahwa hukum mengecat rambut diperbolehkan dalam islam. Ketentuan atau syarat utama dalam mewarnai rambut, yaitu kita boleh mewarnai rambut dengan warna apa pun kecuali warna hitam, kenapa demikian?

hadits riwayat Imam Muslim dari Jabir Bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu beliau berkata bahwa Rasul pernah berkata :  غَيِّرُوا هَذَا بِشَيْءٍ وَاجْتَنِبُوا السَّوَادَ

“Ubahlah uban ini dengan sesuatu, tapi hindarilah warna hitam.” (HR. Muslim).

Baca Juga: Ragu Potong Rambut Saat Puasa? Simak Hukumnya Menurut Islam

Ada alasan kenapa mewarnai rambut dengan warna hitam dilarang, karena jika mewarnai rambut dengan warna tersebut akan terjadi penipuan bagi orang yang sudah tidak muda lagi. Singkatnya, warna hitam pada rambut membuat kita terlihat muda Kembali, padahal sudah banyak uban yang tumbuh di rambut.

Adapun warna bahan alami yang dianjurkan untuk mewarnai rambut adalah pacar (hinna’) dan inai (katm). Sesuai dengan hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam :

 إِنَّ أَحْسَنَ مَا غَيَّرْتُمْ بِهِ الشَّيْبَ الْحِنَّاءُ وَالْكَتَمُ

“Sesungguhnya bahan yang terbaik yang kalian gunakan untuk menyemir uban adalah hinna’ (pacar) dan katm (inai).” (HR. Abu Daud).

Baca Juga: Larangan dan Hukum Mengecat Rambut Dengan Warna Hitam

Jika dirasa sulit menemukan kedua bahan tersebut, bisa cari bahan pengganti seperti al wars (biji yang bisa menghasilkan warna merah kekuningan) atau zafaron. Selain itu, juga dibolehkan menggunakan bahan kimia yang terdapat di pasar dan pastikan bahan halal yang digunakan.


Mau tampil keren maksimal tanpa perlu repot, antri dan buang waktu?
Pakai “D’Kapster”, Ecommerce Barbering dan Salon No.1 di Indonesia

Download Sekarang

Tersedia di Play Store


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
Mau Cukur Tapi Mager?Order D'kapster Aja