Mengenal D’Kapster, Aplikasi Cukur yang Banyak Diakses Saat Pandemi

Mengenal D’Kapster, Aplikasi Cukur yang Banyak Diakses Saat Pandemi

Masa pandemi Covid-19 rupanya telah dimanfaatkan oleh sebagian orang untuk tetap meraih rezeki dan berinovasi. Seperti yang dilakukan oleh seorang pria di Kota Tangerang bernama Yopi Perdana Kusuma. Ia menciptakan sebuah inovasi bercukur online bernama D’kapster.

Aplikasi buatanya kini memudahkan para konsumen untuk tetap bercukur #dirumahaja dengan mengunduh aplikasi yang sudah eksis sejak tahun 2018 lalu.

Membantu UMKM Cukur Rambut


Humas Kota Tangerang ©2020 Merdeka.com

Di masa pandemi banyak usaha cukur yang gulung tikar akibat kebijakan #dirumahaja dan penerapan physical distancing. Imbasnya, banyak gerai cukur rambut yang gulung tikar.

Menurut Yopi, selaku founder, selain mempermudah konsumen untuk bercukur rambut di rumah, D’Kapster juga berupaya memberdayakan para tukang cukur yang bersertifikasi agar bisa tetap bergeliat di masa sulit akibat wabah Covid-19.

Menyiapkan SOP Khusus Covid-19

Dilansir dari website resmi Pemerintah Kota Tangerang, D’Kapster sebelum menerima pesanan dari para pelanggan terlebih dahulu akan menindaklanjuti kondisi kesehatan penggunanya.

Menurut Yopi, langkah ini merupakan salah satu cara antisipasi penyebaran Covid-19, dan menjaga kesehatan pelaku usaha agar aman.

“Kapster menerima orderan jika kondisi konsumen sehat, jika sakit mereka juga berhak menolaknya,” kata Yopi.

Memiliki Prinsip Saling Melindungi


Humas Kota Tangerang ©2020 Merdeka.com

Selain diterapkan selama masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, menurut pria asli Tangerang tersebut, sejak tahun 2018 start up-nya sudah menerapkan prinsip saling melindungi antara konsumen dan pelaku bisnis.

Salah satu prinsip yang hingga kini terus diterapkan adalah pencucian alat pemotong seperti pisau kecil dan silet menggunakan disinfektan. Serta penggunaan APD (alat pelindung diri) seperti masker untuk Kapster saat hendak melayani konsumen.

“Sejak 2018 kami sudah terapkan SOP, Dkapster mempunyai budaya kerja Cool, Clever, Clean (C3). Alat harus bersih, silet selalu ganti baru tiap konsumen dan pembersihan menggunakan cairan disinfektan pada alat serta APD mitra berupa masker,” tuturnya.

Omset Meningkat Drastis

Meski di masa pandemi seperti sekarang ini, Yopi mengaku omset D’Kapster meningkat secara drastis. Bahkan, omsetnya berlipat hingga 300 persen, sepanjang April 2020. Jika dirupiahkan, omset D’Kaspter mencapai hampir Rp50 juta.

Untuk jumlah pengunduh aplikasi D’Kapster saat ini, sudah mencapai 2.000 orang yang terhitung sebagai pengguna aktif. Dari startup-nya itu, lanjut Yopi, para pengguna bisa mengonsultasikan kondisi rambutnya dan bisa langsung melakukan pemesanan jika diperlukan.

“Kami terus menjaga kualitas pelayanan, konsumen juga bisa konsultasi seputar masalah rambutnya dengan kapster kami. Klik, Cukur, Ganteng,” pungkasnya.

Harga Variatif


Humas Kota Tangerang ©2020 Merdeka.com

Soal harga, kata Yopy, bervariasi. Di dunia barbershop, tak bisa semua konsumen bisa dipukul rata. Yopi membagi harga dengan 3 kelas, premium, gentlemen, dan classy. Untuk premium, dipatok harga Rp50 ribu, kelas gentleman Rp70 ribu dan classy Rp100 ribu.

“Dan ada juga grade yang paling tinggi. Tergantung dari siapa kapsternya. Grade ini bisa dibilang grade raja. Dikhususkan buat konsumen seperti selebriti atau pejabat dengan tarif Rp700 ribu per orang. Kita sudah memiliki 3 mitra yang sudah bergabung untuk di grade ini. Seperti Jakcy Tribal dan Babe Barbershop,” jelas Yopi. [nrd]

Kamis, 14 Mei 2020 18:44 Reporter : Nurul Diva Kautsar
https://www.merdeka.com/jabar/mengenal-dkapster-aplikasi-cukur-di-tangerang-yang-banyak-diakses-saat-pandemi.html

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *