Filosofi Rambut Gondrong yang Bukan Sekadar untuk Gaya-gayaan

Filosofi Rambut Gondrong yang Bukan Sekadar untuk Gaya-gayaan

Masih sering dijumpai banyak pria memilih memanjangkan rambutnya. Selain alasan mengekspresikan diri, ada juga yang memegang filosofi rambut gondrong. Bahwa tipe rambut ini mengusung nilai tersendiri yang sudah ada sedari dulu.

Dalam artikel ini, kami akan membagikan dua jenis filosofinya dari masa lalu dan masa sekarang. Apapun yang nanti dipercaya, yang jelas pria berambut gondrong harus siap menerima pandangan tertentu dari masyarakat. Rambut jenis ini memang unik dan tak mengherankan menarik untuk terus dibahas.

Filosofi rambut gondrong pria asli Amerika

Pandangan tertentu yang menyertai rambut gondrong pernah terjadi pada masa lalu di Amerika. Bukan tanpa alasan pria Amerika zaman dulu menyengaja berambut panjang. Ternyata, berambut gondrong menyiratkan arti spiritual tersendiri. Mereka mempercayai rambut mengandung kekuatan hebat. Untuk itulah, mereka memelihara rambut panjang sebab meyakini rambut jenis ini merupakan perpanjangan jiwa mereka dan metode menyatukannya.

Mereka membuat rambut gondrong ke dalam beberapa gaya, seperti menguraikannya, mengepang, atau mengikatnya. Jika dicukur, mereka meyakini akan hilang separuh koneksi antara jiwa dan raga mereka.

Baca juga: 13 Trend Gaya Rambut Kuncir Pria Terpopuler Tahun Ini

Warga asli Amerika menilai rambut sangatlah berharga sebab menyampaikan esensi individualitas dan kepribadian. Rambut mewakilkan wujud badan, lebih kuat dibandingkan lukisan.

Oleh karenanya, memperlakukan rambut tidak boleh sembarangan. Ada suku di Amerika yang mengajarkan rambut hanya boleh dipotong jika sudah rontok. Saking sakralnya makna rambut, kerontokan bisa berarti tanda kematian seseorang yang dicintai. Rambut rontok juga diyakini menandakan adanya peristiwa menyedihkan atau momen penting yang akan mengubah hidup seseorang.

Filosofi rambut gondrong zaman modern

Dilansir dari ancientpages.com, pengaruh keyakinan filosofi rambut di atas berlangsung hingga zaman modern. Sayangnya, dalam artian yang kurang mengenakkan. Rambut gondrong malah sering mempersulit hidup warga asli Amerika. Atas alasan inilah, mereka memperoleh perlakuan diskriminatif.

Pada 1800-an, misalnya, pemerintah Amerika Serikat yang diisi oleh imigran Eropa malah memaksa warga asli Amerika memangkas rambut mereka. Tujuannya, agar penampilan mereka menyerupai orang Eropa, demikian ungkap L.G. Moses, professor pada Universitas Negeri Oklahoma, Amerika Serikat.

Baik orang dewasa dan anak-anak harus memangkas rambut gondrong mereka sebab dinilai kurang beradab. Filosofi rambut gondrong ini masih berlaku hingga saat ini. Masih banyak sekolah modern, penjara dan perusahaan yang mewajibkan penduduk asli pria Amerika memangkas rambut panjang mereka. Tidak jarang aturan ini berujung ke konflik pidana sebab mereka ingin tetap bisa memegang filosofinya yang menjadi perlambang keyakinan mereka.


Mau tampil keren maksimal tanpa perlu repot, antri dan buang waktu?
Pakai “D’Kapster”, Ecommerce Barbering dan Salon No.1 di Indonesia

Download Sekarang

Tersedia di Play Store


Open chat
Mau Cukur Tapi Mager?Order D'kapster Aja